Ah! Mantap, Sayang
ucap Gracia tulus sembari mengusap bahu Hazel.
“Anugerah?” Hazel mengulang kata itu dengan senyum kecut yang tersungging di bibirnya. Ia lantas merotasikan pandangannya pada Hexa, menatap pria itu dengan tatapan penuh tanya yang menyindir. “Justru, kehadiran saya di sini menjadi masalah besar, bukan? Benar begitu, Hexa?”
Sebelum Hazel melontarkan pertanyaan itu, Hexa sebenarnya sudah lebih dulu membatin. “Anugerah apanya? Justru dia ini musibah,” Ma, gerutunya dalam hati.
Bab Populer