Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hug Me!

Hug Me!

pekik Intan kasar. Bara menatap tajam Intan, Intan membentaknya lagi sama persis waktu Bara menolong di jalan waktu itu. Mendadak Bara menerkam kedua lengan Intan. Intan sekonyong-koyong keget, tangan itu begitu kuat di lengannya. Satu langkah Bara maju, wajahnya dekat dengan Intan. Hingga Bara mencium parum vanilla dari tubuh Intan. Empat bola mata saling berpandangan. “Intan kamu adalah opsesiku! Kamu adalah ambisiku!” Bara mengatakan dengan tegas.
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 431 Times as big hugs for you
Read
+Library
Because of you

Because of you

Ucap Andre yang empunya acara. Sekian dan trimaksih trimaksih sudah mampir ditulisan receh ku ini. Happy reading para readers kece. Jangan lupa bantu riview nya. Terimakasih. Maaf jika typo berhamburan
9.52.4K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as big hugs for you
Read
+Library
Hug me, My Sweetie

Hug me, My Sweetie

Tanpa sepatah kata, tiba-tiba Rayna memeluk Sofi dengan sangat erat. Sofi terkejut melihat sikap sahabatnya itu. Ia mengangkat kedua alisnya sebagai tanda bahwa dirinya tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Rayna padanya saat ini. Kenapa harus berpelukan? Batinnya. “Bagaimana hasilnya, Na?”
106.4K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as big hugs for you
Read
+Library
Hug Me Papa

Hug Me Papa

Mungkin tak apa asal dengan kata-kata yang bijak. "Mmmm, mungkin iya dan mungkin juga tidak." Jawab Lily ragu "Mengapa?" Tanya Jovian, mata bulatnya seolah menggambarkan jika dirinya saat ini membutuhkan jawaban. "Seperti ini Jovian, mereka yang berciuman belum tentu saling menyayangi dan mencintai. Karena ada juga yang melakukan itu karena sesuatu yang... Mmm mendesak, ah hanya sekedar kesenangan sesaat ya itu!" Jelas Lily dengan gugup, dia tidak mau mencemari pikiran polos Jovian!
103.9K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as big hugs for you
Read
+Library
The Last Hug

The Last Hug

Sudah lama dirinya itu tidak bertemu dengan sosok pria tangguh yang menjadi kebanggannya. Sang ayah membentangkan kedua tangannya untuk memberikan pelukan pada anak semata wayangnya. Nuri menyambut tangannya ayahnya dengan pelukan yang sangat erat. Ia melingkarkan kedua tangannya pada tubuh sang ayah. Sebuah lengan yang besar membelai rambutnya. Pucuk kepala Nuri terasa hangat karena dicium oleh sang ayah.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as big hugs for you
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status