Unperfect Marriage
“Tidak apa Bu, Big—“
“Mama bilang apa waktu itu?”
“Maaf, Ma ... maksud Bigel mama tadi,” jawab Bigel. Iya, tidak boleh lagi memanggil ibu, melainkan mama.
“Ya, sudah.” Iza berdiri dan mendekat pada Bigel untuk sedikit membungkuk. Tangan kanannya menangkup dagu Bigel, selanjutnya mencium dahi dan ubun-ubun Bigel secara bergantian. “Menantu Mama, kesayangan satu-satunya,” ujarnya dengan begitu lembut. Sangat tulus, sampai Bigel tidak dapat berkutik karena rasanya begitu memeluk hatinya.
Hot Chapters