Jimat Tali Mayat
tanya istrinya tersebut, langsung dijawab Basri, “Peternakan ayam dan telur, Bu. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota. Kamu gak akan tahu namanya. Pokoknya, suatu hari nanti kita bareng-bareng ke sana, ya.”
Senyum semringah Lastri akhirnya terulas indah membelah pipinya yang semula terlihat kaku. “Nah ... begitu, ‘kan, lebih enak dengernya, Pak. Jadi aku gak perlu khawatir lagi sama kamu. Coba dari awal-awal Bapak cerita, aku jadi gampang, ‘kan, ngejawab pertanyaan-pertanyaan Bu Bariah itu. Eh ....” Perempuan itu menutup mulutnya tiba-tiba. Terkejut.
Hot Chapters