Kacamata Penakluk
Kontras ini terasa begitu gila, begitu absurd hingga terasa seperti mimpi buruk yang berubah menjadi komedi gelap.
"Ada yang lucu?" Nadia mendengus, suaranya tajam meski diselingi getaran ketakutan. Dia menatapku sekilas melalui spion tengah, matanya memicing penuh kejijikan.
"Lucu? Tentu saja lucu, Bu Nadia," balasku, membiarkan nada mengejek merayapi suaraku. "Betapa cepatnya takdir bisa berputar, bukan? Pagi ini, Anda mengancam memecat saya karena berduka. Sore ini, Anda menjadi sopir pribadi saya. Ini seperti film dark comedy yang sangat saya suka."
Hot Chapters