Seandainya Waktu Bisa Kembali
“Seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar bahwa kau adalah dirimu sendiri, dan Lolly tetaplah Lolly. Aku pun menjadi bingung, tak tahu siapa yang sebenarnya aku cintai, kau atau dia.”
“Saat semua kebenaran terungkap, barulah aku sadar betapa bodohnya aku. Lolly hanyalah obsesiku, sedangkan kau adalah masa depanku.
“Laura, bisakah kau kembali? Anggap saja aku memohon padamu.”
Andrew berkata dengan air mata berlinang, tetapi hatiku sudah tak lagi terusik.
Mencari bayangan orang lain dalam diri seseorang? Itu menjijikkan.