KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Mama marah sekaligus panik melihat aksiku.
Aku terdiam dengan wajah datar, Mama pun masih menunggu aku melepaskan genggaman tangan.
"Mbak, maaf bisa minggir nggak? Bos saya mau lewat," celetuk sopir dengan cara berteriak melalui jendela.
"Maaf, saya tetangga baru, ingin kenalan," kataku sopan. Pandangan ini tertuju pada pria yang berada di kursi belakang. Namun, kurang jelas kalau melihat dari luar.