I Saed Lupyu
“Aku minta kamu ke sini buat bantuin bikin naskah, loh bukan buat curhat dan baper-baper ria.”
“Aku tahu, dan karena itu, aku jadi haus. Mau pesankan aku minum?”
Dia makin melebarkan senyum kudanya, seolah tidak berdosa. Namun, anehnya, dengan perasaan ikhlas dan tak banyak memprotes, aku mau saja memesakan minuman untuknya.
“Ice choco cheese cream crunch?” tawarku. Itu minuman kesukaannya.
“Ya, dan jangan lupa pisang cokelat taburan susu dan gulanya. Tapi, memang ada, ya?”
Sikat na Kabanata