Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Boneka

Aku Bukan Boneka

Saat dia ingin membuktikan dirinya tidak bersalah, dia melihat tanganku yang terbalut perban. "Sayang, kamu kenapa? Kenapa tanganmu terluka? Sakit? Sudah divaksin? Apa kata dokter ...." Dia sangat panik sampai berkeringat dingin, seakan-akan aku patah tangan. Melihat reaksinya itu, aku pun tertawa. Sebenarnya, bagaimana mungkin aku tidak memercayainya? Mampu masuk ke hatinya adalah kemenangan pertamaku dalam pertempuran antara manusia dan komputer.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
BOSKU MANTAN SUAMIKU

BOSKU MANTAN SUAMIKU

Kata temannya, pemuda itu sedang asyik di lapangan basket. Kakiku melangkah cepat ke lapangan basket. Benar adanya, Jamie tengah asyik bermain bola keranjang itu. Wajahnya tampak ceria. Apalagi seperti biasa cewek-cewek berteriak histeris saat dia mampu memasukkan bola itu ke keranjang. Begitu melihat kedatanganku, Jamie menyudahi permainan. Ketika dia mengajak ke kantin sekolah, aku menolak. Tangannya kutarik ke taman sekolah yang lumayan sepi.
9.9198.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

Bara pun mencium kening Hana lalu memeluknya. Sementara Hana masih memikirkan nama wanita yang mengirim pesan ke ponsel Bara. Dia Bella, mantan kekasih Bara. Mereka menjalin hubungan hanya sebentar karena Bara merasa tidak cocok dengan Bella yang posesif.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
My Fated Pair [BxB]

My Fated Pair [BxB]

Reda dari tawa, Saga berkata, "Gue tebak, para bantal ini pasti punya nama." Tebakan sang alpha spontan saja membikin Feryan terkesiap. "Kok elo bisa tau?" sahutnya heran disusul memperlihatkan satu per satu bantal di pangkuan. "Kenalin, yang ini namanya Batu. Yang ini Bawa. Satunya ini Baling."
9.823.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

Batari membeku. Seolah ada dingin yang masuk lewat tulang rusuk, menekan jantung pelan-pelan. Napasnya hilang sejenak. Dunia seperti meredup di pinggir. “Kamu milik kamu,” bisik Lenka. “Tapi tubuh kamu bisa aku pinjam.” Batari menggeleng keras. “Aku nggak mau.” Lenka tidak marah. Ia hanya tersenyum tipis, dan itu lebih mengerikan. “Kita sudah sepakat andai kamu lupa Batari.”
10578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

"Main basket yuk." Aku tak yakin dengan ajakan kak Rio. "Aku ngak pandai main basket kak." Dia mencubit pipiku pelan. "Nanti aku ajari." Karena ngak ada pilihan lain, aku mengangguk setuju aja. *** Aku bermain basket bersama kak Rio. Sebenarnya kami hanya main-main tangkap menangkap bola aja sih. Tapi terasa seru. Karena kelelahan aku meminta jeda bermain. "Kak istirahat dulu yuk. Capek."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
BUKAN KISAH SEMPURNA

BUKAN KISAH SEMPURNA

Bulan tampak bersinar penuh, dan ada satu bintang yang menemani di sampingnya. "Aku pun senang," bisik wanita itu sembari melempar senyum pada Alvaro. Sebentuk senyum tanpa arti dan seperti menyiratkan sebuah tekanan. Alvaro menyadarinya, tetapi ia mencona menepis.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Tok tok Tok "Kak Adam, dipanggil sama babe tuh. Makanannya udah siap." Sapa Zahra, putri tertuanya ncang Ari. Zahra sudah berdiri di depan pintu kamar Adam yang terbuka, ia senyum-senyum ketika melihat Adam yang saat itu sedang berbaring sambil menatap layar HP-nya. Ia sudah akrab dengan Adam, semenjak Adam tinggal di rumahnya. Sehingga sudah tidak canggung lagi untuk masuk ke dalam kamar Adam, ketika pemuda tampan tersebut berada di kamarnya.
9.1171.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Kamu tahu, kamu seperti kupu-kupu, pagi kamu terbang dan singgah di Bisma, siangnya kamu akan terbang dan menempel pada Candra. Luar biasa, tak ku sangka gadis sepolos dirimu, bisa memiliki trik yang luar binasa.” Hayu melotot, sungguh tak menyangka Jelita akan tega mengatakan itu padanya, padahal dia tahu kalau dua-duanya adalah atasan Hayu di kantor. Mereka sepertinya memang berniat menyerang mental Hayu habis-habisan. “Cukup! Jangan keterlaluan!” seru Bisma yang melangkah mendekati mereka bertiga dan menyerahkan barang yang dia beli pada asisten rumah tangganya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai boku no basket
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status