Two Side
Sebuah buku berwarna coklat kehitaman, sedikit menarik perhatianmu.
Lembar demi lembar terus kamu buka, membaca dengan penuh ketenangan dan penghayatan. “Apakah ceritanya menarik?” tanya seorang pria berkacamata dengan kemeja hitam dan jubah putih.
Sekali lagi hanya sikap acuh tak acuh yang kamu perlihatkan. Netra hanya terfokus pada setiap kata dari halaman yang kamu baca. “Perkanalkan, namaku Ahiko Febrian. Jika berkenan, bolehkah saya tahu nama Tian?” tanyanya seraya mencoba berjabat tangan.