Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Hati mereka jadi lapang kalau tak perlu merisaukan hari esok. "Bagus sekali!" Panitia lomba tersenyum lebar. "Sekarang kita buka kartu ketiga." Ketika kartu terakhir dibuka, tertulis kata Malam di sana. Tak mau kalah dari Shi Zhen, Shu Yi lekas mengucapkan puisinya. [Dalam pekatnya malam, barulah kilau mutiara tak padam] Tepukan riuh bergema. Sekilas puisi ini terlihat biasa tetapi kalau direnungkan dengan serius baru ketahuan betapa dalam maknanya.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 859 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Dalam kegelapan di balik kelopak matanya, ia seolah sedang mencium semua kenangan manis yang pernah ia miliki, tak peduli milik siapa kenangan itu sebenarnya. ​Petikan gitar yang tadi melantunkan puisi Aksara kini tergeletak bisu di samping mereka. Bait-bait tentang "malam yang tenang seperti malam-malam yang pernah kita lewati di sini" baru saja dikhianati oleh sebuah tindakan yang tak mungkin bisa ditarik kembali.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai puisi jeritan malam
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Teriak Prana. Namun itu tak mudah, dalam kegelapan itu, mulai terdengar banyak suara-suara jeritan dan tawa yang memekakkan telinga. Ada suara Wanita dan anak kecil menangis, ada juga suara pria meraung kesakitan diiringi lolongan seperti binatang buas di waktu malam. "Paak.... itu suara apa Paak?!" Yusuf mulai berteriak panik.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Teman Malamku

Dalam Cengkeraman Teman Malamku

Namun ia tidak memberikan kata-kata penenang. “Kau sangat berisik malam ini, Vera,” bisik Dante di antara permainan bibir mereka. “Apa yang kau takutkan? Fakta bahwa aku menemukan mainan baru?”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Pagi sepi, sore pun sepi Siang malam dingin dan sunyi Gelap tanpa sinar mentari Hanya siulan jangkrik berbunyi Aku, di sini seorang diri Melantunkan syair ini Sebagai penggerak hati Memanggilmu tuk menemani Kemarilah! Lihat aku bagai peri Tubuh ramping, cantik, dan wangi Wajah mempesona memikat hati
9.8141.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai puisi jeritan malam
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Donat Mblondo
Mohon maaf ya... jika ada yang tidak berkenan dengan nama² nyleneh di cerita ini. Terima kasih atas masukannya. Saya akan memperbaikinya di seri ke-2. Terima kasih banyak bagi yang sudah baca sampai tamat. Semoga kalian sehat selalu...
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Baca Semua Ulasan
Naik Ranjang Kakak Ipar Kejam

Naik Ranjang Kakak Ipar Kejam

Dia berdiri di tepi jembatan, angin malam menerpa wajahnya yang basah oleh air mata dan hujan yang mulai turun. “Arghh!” Jeritan putus asa terlepas dari bibirnya, mencabik keheningan malam. Sekuat tenaga, ia melepaskan semua kekesalan, kesedihan, dan ketidakadilan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Berteriak sekuat mungkin, seolah ingin membuyarkan semua penderitaannya, agar hatinya bisa lega dan menerima nasib dan takdir yang harus dia alami.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Suara Ketukan Di Tengah Malam

Suara Ketukan Di Tengah Malam

Sedangkan, Karenina, Celline, dan Selena tetap menunggu di air mancur. "Karen, apa ada kejadian lagi setelah kamu nemuin foto ini?" tanya Celline. "Engga ada. Oh, semalam pas aku tidur, sekitar tengah malam, ada bunyi ketukan lagi," sahut Karenina. "Entah ini firasat atau pertanda, setiap kali ada ketukan pas tengah malam. Pasti besoknya aku kayak nemuin hal aneh, yah semacam kayak hari ini. Ngeliat sosok berwajah pucat lagi atau kesurupan massal kayak awal masuk sekolah," lanjut Karenina.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

Ingin rasanya membalas, namun aku masih tak berdaya. "Bagaimana rasanya poison itu?" lanjutnya bertanya. "Apa yang kau bicarakan!" balasku. "Kau mendengar suara jeritan dari dalam kamarku malam tadi, kan? Itu adalah suara jeritanmu sendiri, Kak Manis! Saat kau mengira aku tengah tersiksa, sebenarnya aku sedang menetralkan poison itu dalam tubuhku. Kukembalikan efek poison itu padamu. Itulah sebabnya aku hanya terbaring dan mengeluarkan air mata!"
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai puisi jeritan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status