Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Affair Cinta Sang Vokalis

Affair Cinta Sang Vokalis

Ray terhenyak, dia tak bisa berkata-kata lagi, video viral itu membuat band yang dia bangun bersama Ben, John dan sang vocalis Manthis kini di ujung tanduk. Botol minuman yang ada ditangannya langsung di lempar Ray ke dinding dan pecah berantakan. Ingin rasanya dia berteriak sekencang-kencang. "Whyyyyy.....!" teriak Ray, sambil berteriak melihat tayangan infotaiment yang siang malam memberitakan skandal sang vocalis Manthis De Jong. Manthis yang kini sudah ditetapkan tersangka, hanya bisa menunduk, nasi sudah jadi bubur...ancaman hukuman sampai dengan 7 tahun kurungan penjara membayang di matanya. Manthis hanya bisa pasrah, dia terjerembab di saat karirnya sedang berada di puncak. Video affairnya dengan Vina, Hana dan Gerald telah bocor kemana-mana. Saat di sidang, Manthis hanya bisa menunduk, saat wajah sang leader menatapnya dengan penyesalan dan kemarahan luar biasa. "Kau ku pecat...! desis Ray, saat berselisihan dengan Manthis yang sedang di giring dua petugas kejaksaan dan membawanya ke dalam bus tahanan, lalu mengantarnya ke penjara. Pergantian vocalis menghancurkan band yang sempat menjulang tinggi ini, ciri khas Manthis tak tergantikan vocalis manapun, sudah 5 orang vocalis yang keluar masuk, tapi sambutan penggemar mereka sangat dingin. Album The Stollen's jeblok parah. 5 tahun dalam penjara, Manthis pun bebas! Dia harus memulai semuanya dari nol, semua produser mencibirnya, Manthis terpaksa menempuh cara tak di awal karirnya, dia gunakan aplikasi musik di internet...pelan tapi pasti karirnya naik lagi...The Stollen's masih terseok-seok, Manthis makin berkibar. Penggemar fanatik mereka minta Manthis dan Ray 'rujuk' kembali. Akan kah kedua orang ini mau menurunkan ego...demi The Stollen's dan jutaan penggemar fanatik mereka...? Copyright cover: freepik.com
109.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 289 veces como botol bumbu dapur
Leer
+Biblioteca
Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku

Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku

Setiap kali suamiku bermalam di rumah mantan pacarnya, dia akan memberiku sebuah bangunan sebagai hadiah. Dua tahun setelah pernikahanku, 286 bangunan industri yang aku miliki tersebar di seluruh negeri. Itu juga berarti suamiku telah menyakitiku sebanyak 286 kali. Ketika sertifikat properti ke-287 diserahkan kepadaku, mantan pacarnya langsung mengirimiku video membanggakan diri. [Lantas kenapa kalau Kak David memberimu uang? Pada akhirnya, akulah yang memiliki raga dan hatinya.] [Lantas kenapa kalau kamu seorang supermodel internasional? Kamu tetap saja gagal tidur dengan pria yang kamu cintai.] Aku tidak bertengkar dengannya. Sebaliknya, dengan penuh pertimbangan aku mengiriminya satu set lingerie Victoria's Secret terbaru dari peragaan busana. Ketika suamiku mengetahui bahwa aku bermurah hati memberinya hadiah itu, dia membalas kebaikanku dengan mengajakku menemaninya ke sebuah acara kalangan atas. Saat bermain permainan di pesta, mantan pacarnya kalah tiga kali berturut-turut dan dipaksa harus menjilat krim dari paha seorang playboy. Dia memecahkan botol anggur dan menempelkannya ke lehernya, bertekad untuk melawan. "Kak David, aku nggak akan membiarkan siapa pun mempermalukanku!" Suamiku yang biasanya berhati dingin, tiba-tiba panik dan memohon agar aku menggantikan mantan pacarnya untuk menerima hukuman itu. "Hanya menjilat krim saja. Setelah ini, aku janji akan menghabiskan lebih banyak waktu menemanimu." Semua orang menunggu untuk menyaksikanku mempermalukan diri, tetapi aku justru dengan tenang menyetujuinya. David tidak tahu kalau ini sudah ke-287 kalinya dia menyakitiku. Aku juga tidak ingin menjadi "burung yang dia kurung dalam sangkar emas" lagi. Aku hanya ingin membalas kebaikannya karena telah menyelamatkanku. Setelah itu, kami tidak akan punya hubungan apa pun lagi.
1.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 30 veces como botol bumbu dapur
Leer
+Biblioteca
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Rangga Wiratama, Kepala Desa Sukamukti, mendapati sesuatu yang tak masuk akal terjadi di rumahnya. Sebuah hajatan besar diselenggarakan atas namanya—tanpa seizin, tanpa perintah, dan tanpa penjelasan. Undangan tersebar ke seluruh warga desa dengan satu perintah mutlak: semua wajib hadir dan dilarang pulang sebelum diizinkan. Sejak hari pertama hajatan berlangsung, kejanggalan demi kejanggalan muncul. Musik gamelan yang seharusnya rusak kembali berbunyi. Dapur rumah terkunci dari dalam, menguar bau anyir yang tak wajar. Tamu-tamu berdatangan dengan wajah kosong, patuh tanpa bertanya. Beberapa orang yang hadir… tidak pernah terlihat lagi. Rangga berusaha mencari jawaban, namun setiap pintu informasi tertutup rapat. Para sesepuh desa justru menatapnya seolah ia bagian dari kesepakatan lama yang telah dilupakan. Perlahan, ia menyadari bahwa jabatannya sebagai kepala desa bukan sekadar posisi pemerintahan, melainkan peran penting dalam ritual turun-temurun yang mengikat seluruh desa. Hajatan itu ternyata adalah bagian dari janji leluhur—sebuah perjanjian kelam untuk menjaga keselamatan desa dengan harga nyawa manusia. Dan rumah kepala desa selalu menjadi pusatnya. Selalu. Di tengah teror yang semakin nyata, Rangga dihadapkan pada pilihan paling kejam: memutus ritual dan menghancurkan desanya, atau meneruskan hajatan dengan mengorbankan orang-orang yang ia lindungi. Namun semakin ia berusaha melawan, semakin jelas bahwa hajatan ini tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya menunggu untuk diulang, dengan kepala desa yang baru… atau korban yang berbeda. Sebab di Sukamukti, tradisi lebih berkuasa daripada kebenaran, dan undangan hajatan selalu menemukan jalannya sendiri.
378 vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 7 veces como botol bumbu dapur
Leer
+Biblioteca
Cinta Tak Sehebat Robot

Cinta Tak Sehebat Robot

Di hari jadi pernikahan kami, suamiku yang tidak pernah menyentuh dapur, tiba-tiba menyiapkan satu meja penuh hidangan. Setiap kali aku mencicipi satu suapan, Evan Sibana selalu bertanya dengan detail dan mencatatnya dengan serius. Di tengah-tengah itu, dia masuk ke kamar untuk menerima telepon. Itu nada dering khusus untuk asistennya, Kamila Lumban. Aku pun asal mengambil buku catatan yang dia tinggalkan di meja. Namun, aku mendapati halaman-halamannya dipenuhi catatan rapat yang sama sekali tidak ada hubungannya denganku. [Buncisnya agak mentah, Kamila harusnya nggak suka.] [Jamurnya agak keasinan, saat masak untuk Kamila nanti, ingat untuk mengurangi garam.] [Daging kambingnya terlalu perengus, saat masak untuk Kamila nanti, ganti dengan daging sapi saja.] Suamiku kembali dan hendak mengambil bukunya, tetapi dia langsung melihat apa yang sedang kulakukan. "Jenny Igmava, kamu benar-benar nggak punya sopan santun. Memangnya aku mengizinkanmu menyentuh barangku?" Baru saja aku hendak membuka mulut, kepalaku mendadak sakit luar biasa. Bayangan suamiku di hadapanku mulai berbayang. "Evan, aku merasa nggak enak badan, sepertinya karena buncis tadi belum matang ...." "Kalau begitu, aku harus cepat-cepat mencatatnya. Jadi saat masak untuk Kamila nanti, aku harus menumisnya lebih lama." Evan sama sekali tidak memedulikanku. Sambil terus menulis di bukunya, dia bergegas berjalan ke arah pintu. "Aku pergi keluar sebentar. Daya tahan tubuhmu, 'kan, bagus. Kalau merasa nggak enak badan, minum obat saja yang banyak." Sebelum pingsan, aku menelepon suamiku sekali lagi. Namun, dari seberang telepon hanya terdengar suaranya yang tidak sabaran. "Masalah sepele begini saja diributkan? Apa kamu mau mati? Kalau sudah mati, baru telepon aku lagi!" Evan, aku tidak akan pernah mencarimu lagi!
1.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 60 veces como botol bumbu dapur
Leer
+Biblioteca
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama sekali tidak tahu tentang obat itu!" Ara menjerit penuh kesakitan saat mengatakan pada Revan. Semua terjadi begitu saja. Mayang kini terbaring di rumah sakit karena pendarahan hebat. Ara sama sekali tidak tahu dengan obat yang ditemukan di kamar miliknya oleh Revan. Ia bahkan sama sekali belum pernah melihatnya. Botol obat itu sangat asing baginya. "Aku akan mengurus perceraian ini. Aku tidak lagi peduli jika keluargamu mengambil saham dan menarik semua kerja sama itu. Yang pasti kamu akan berurusan dengan polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Rasa iri dan dengki kamu membuat kamu lupa diri. Aku semakin tidak bisa menerima kehadiranmu saat ini. Kamu tahu, Mayang lebih baik dari kamu. Dia yang selalu8 memintaku untuk bersama kamu. Aku jijik saat bersamamu, hanya demi melihat senyum di wajahnya aku terpaksa setuju. Jangan dulu besar kepala saat aku berusaha bersama denganmu!" Revan menyakiti hati Ara dengan kejam. Ara terhuyung ke belakang. Air mata itu terus mengalir deras pada pipi mulusnya. Sungguh, ia tidak pernah menyangka jika Revan mengatakan hal sangat menyakiti hatinya saat ini. Pengorbanannya hanyalah sia-sia saat ini. Lalu, siapakah dalang dibalik keguguran yang dialami oleh Mayang? Bagaimanakah kehidupan rumah tangga mereka bertiga setelah ini?
1013.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 485 veces como botol bumbu dapur
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
1234567
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status