Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jenderal Naga Perkasa

Jenderal Naga Perkasa

Pengunjung itu memancarkan aura yang murni dan anggun. Di tangannya ada sebungkus obat. Thea melirik Maxine dan berkata dengan lembut, "Masuklah ke dalam." Maxine berjalan di belakang Thea dan masuk ke ruang tamu. Ia meletakkan obat di atas meja dan berkata, "Ini adalah obat yang dibuat oleh seorang senior dari keluarga Caden. Obat ini memiliki efek yang cukup baik untuk mengobati luka dalam."
9.992.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.4K Beses bilang box obat
Read
+Library
Sang Menantu Terkuat

Sang Menantu Terkuat

"Kakak, sebagai tanda terima kasih karena kau telah bersedia mengangkatku menjadi muridmu, ijinkan aku membawakan tas mu sampai ke tempat tujuan." "Tidak perlu." Haven berkata dengan dingin, setelahnya pria itu menghilang dari balik pintu. Dokter Theo membaca resep yang berada di tangannya, dengan raut wajah bangga dan tidak percaya. Terdapat tulisan "Penawar racun XXX" di bagian atas bahan-bahan obatnya. Yang artinya jika di dalam dunia medis modern, obat itu semacam membantu penangkal dan memberantas racun di tubuh seseorang.
7.1103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.5K Beses bilang box obat
Read
+Library
Kau Adalah Obatku

Kau Adalah Obatku

Sampai tubuh ini menjadi semakin tak terkendali, hampir membuatku mengeluarkan suara desahan di depan umum. Maka, menahan rasa malu yang luar biasa, aku pergi menemui dokter dan mendapatkan obat. Namun kali ini, karena terburu-buru berangkat ke acara gathering, aku lupa membawa kotak obatku. Dan entah kapan aku bisa pulang ke rumah. Aku menekan rasa takutku, meyakinkan diri untuk tetap tenang sambil mengikuti di belakang.
93.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang box obat
Read
+Library
Sindiran Pedas Istri Kedua

Sindiran Pedas Istri Kedua

pungkas dokter berkulit bening itu. Selama perbicangan dengan dokter tadi, kentara sekali dominasi Obi. Dia sangat antusias. Selayaknya calon orang tua baru, tentu reaksi itu tidak berlebihan. Apalagi yang diberikan pada kami melebihi yang diinginkan. Selama menunggu obat di ruang tunggu apotek, Obi nampak khusuk dengan ponselnya.
1093.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang box obat
Read
+Library
Palung Cinta Mafia

Palung Cinta Mafia

Dengan gembira ia membawa obat itu kepada Kalvi setelah menyampari cowok itu ke rumahnya. "Kalvi, ini obat untuk kamu. Itu obat buat mengobati itumu yang sakit," Migy menyerahkan dengan senang. Kalvi menerima obat itu. Ia melihat kemasan obat herbal itu, tiga detik berikutnya mata Kalvi nyaris melompat keluar. Itu adalah obat pembesar organ intim pria. "Hahaha... Migy, lo yakin ini buat gue?" kata Kalvi masih tak percaya.
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 148 Beses bilang box obat
Read
+Library
Terjerat Hasrat Tuan Muda Kejam

Terjerat Hasrat Tuan Muda Kejam

puji Caleb sambil tersenyum hangat. “Ingat, obat ini adalah alat bantu, bukan penyembuh. Tujuannya adalah untuk menstabilkan kondisimu sementara kita bekerja sama untuk menyembuhkan akar permasalahannya.” Dia menatap Laura dengan penuh perhatian. “Ada efek samping yang mungkin kau rasakan, seperti mulut kering atau pusing di awal. Jika itu terjadi, jangan panik. Itu hal yang normal. Tapi jika efeknya menjadi lebih berat atau kau merasa tidak nyaman, segera hubungi aku.” “Baik, Dokter. Aku mengerti,” jawab Laura lagi, kali ini suaranya lebih mantap.
106.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 223 Beses bilang box obat
Read
+Library
Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Ia segera meraih ponsel, mengetik sesuatu dengan cepat, lalu memperlihatkan sebuah gambar obat kepada Medina. “Apakah ini obat yang anda maksud?” tanyanya. Medina menatap layar ponsel itu. Tubuhnya seakan membeku. Dengan suara nyaris tak terdengar, ia mengangguk. Dokter menarik napas panjang, nadanya berubah berat. “Bu… ini bukan obat penguat kandungan.” Medina menatapnya dengan mata melebar, tubuhnya bergetar. “Lalu… ini apa, Dok?”
9.419.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 532 Beses bilang box obat
Read
+Library
Resent Wolves

Resent Wolves

Setelah sampai, Cailey memarkirkan mobilnya dan segera turun memasuki toko obat-obatan itu. “Permisi ada yang bisa saya bantu?” Tanya penjaga pharmachy itu ramah. Cailey tersenyum, “Ya, um…kau tau obat dengan merk panjang yang bisa menyembuhkan luka parah dalam waktu sehari? Maaf aku lupa namanya," kata Cailey.
105.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 99 Beses bilang box obat
Read
+Library
Oh Baby (INDONESIA)

Oh Baby (INDONESIA)

Sophia meremas jari-jari tangannya hingga keringat keluar dari telapak tangannya. "Rumah sakit memang memberikan obat yang sebelumnya tidak ada secara rutin, tapi entah kenapa tadi pagi rumah sakit kehabisan stok obat itu. Aku sudah menanyakannya kepada Prof. Grint, dia bilang pemilik rumah sakit tidak lagi mengirim obat itu," jelas Dr. Allarick kemudian dia membuka laci mejanya dan mengeluarkan hasil rotgen Martina. "Saat pengobatan itu dihentikan, keadaan Nyonya Martina akan mulai memburuk kembali." Tangan Sophia terulur mengambil hasil rotgen Martina lalu menatap Dr. Allarick dengan tatapan sendu.
109.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 301 Beses bilang box obat
Read
+Library
SUAMI TAK TERSENTUH

SUAMI TAK TERSENTUH

"Oh, beneran nih? Ya, udah kalau gitu, terima kasih lagi untuk sambutannya, aku cuma mau nanya sesuatu yang aku sendiri bingung memastikannya, aku mau ketemu dokter rasanya juga sungkan, karena kebetulan kita ketemu, aku mau nanya, mungkin aja kamu tahu ini obat apa?" Laura memberikan obat yang ia masukan ke plastik kedap udara khusus obat pada Mitha. Mitha menerima obat itu dengan wajah yang serius. Memperhatikan sejenak, dengan kening berkerut. "Ini obat penenang," katanya pada Laura dan wajah Laura berubah mendengar apa yang dikatakannya. "Obat penenang itu fungsinya buat apa? Maksudku untuk penyakit apa?"
1043.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 922 Beses bilang box obat
Ipakita ang mga Review (16)
Read
+Library
Muji Firmansyah
aku setuju dengan Laura, bnyk pasangan punya anak tapi karena egois dan tidak saling menghargai pasangan justru pernikahannya tidak bahagia, jadi tidak punya anak bukan patokan tidak bahagia, Allah tahu yg terbaik untuk hambanya, keren ini buku.
Moreno Marcelino
Senpai Himura itu memang penulis yang bisa menjadi contoh baik untuk pembacanya, bukan cuma bisa menulis bijak tapi bisa jadi contoh, buktinya dia tidak pernah bermusuhan dengan mantannya, aku setuju dengan Kenriki dan Laura memotivasi memang, baper aku baca ini buku, sweetnya tidak murahan, real!
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status