Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengobatan Khusus Tabib Desa

Pengobatan Khusus Tabib Desa

Dia menyeduhkan secangkir ramuan obat untukku dan menyuruhku meminumnya. "Ini obat herbal untuk sakit perutmu. Minumlah, lalu aku akan memijatmu." Setelah meminumnya, sekujur tubuhku mendadak terasa panas membara. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak peralatan yang berisi berbagai macam alat pijat. Sekilas, aku melihat ada mainan "seperti itu" di dalamnya! Ini benar-benar tidak beres. Ternyata layanan Paman Tobi cukup luas jangkauannya.
38.6K viewsCompletedAdded to Library 849 Times as box obat
Read
+Library
Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

"Kayanya kecurigaan kamu kemarin bener deh. Soalnya OB kantor tadi pagi cerita, kalau dia sering disuruh sama si Bagas buat masukin sesuatu ke minuman Mas. Bagas bilang, itu obat Mas. Bagas beralasan kalau Mas yang menyuruh dia untuk menyiapkan obat karena Mas sedang sakit parah. Sampai pas tadi pagi, si OB ini bilang pas lagi nganter teh, kalau obat mas belum dimasukkin karena si Bagas ngga ngasi ke dia." Mas Yandri meneguk kopinya pelan. "Ya mas nanya dong, maksudnya apa. Dan OB itu cerita semua."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as box obat
Read
+Library
Sang Perebut Suami Orang (21+)

Sang Perebut Suami Orang (21+)

"Gampang nanti gue minum obat. Udah sana pergi aja, nanti kalo Om Steno kelamaan nungguin, terus lo dipecat jadi sugar Baby-nya tahu rasa." "Ck ya jangan dong. Ladang duit itu." Kata Diara. "Makanya udah sana berangkat." Kata Rianti mengusir. "Tapi udah ada belum obatnya?" "Tenang, nanti gue bisa pesen lewat ojek online." Katanya. "Kalau gitu biar gue aja yang pesan." Rianti mengangguk, gegas Diara membuka aplikasi ojek online lalu meminta driver-nya untuk membeli obat penurun panas dan bubur, setelahnya ia berpamitan.
9.220.4K viewsOngoingAdded to Library 428 Times as box obat
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Lanjutnya seraya menyerahkan kotak obat itu pada Lara. “Makasih, Bu.” Ujar Lara saat menerimanya, Lara kemudian membuka kotak itu. “Minyak angin, obat demam, obat lambung, obat flu, obat batuk, vitamin c, obat merah, lation anti nyamuk.” Gumam Lara ketika melihat satu persatu benda di dalam kotak obat itu. “Lengkat banget, Bu.” Serunya. “Ya, soalnya untuk urusan kesehatan kamu sendiri aja Ibu yang lebih tahu.” Ucap Ibunya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as box obat
Read
+Library
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

Aku menarik tanganku. “Tuan Axel, tolong bersikap hormat, aku akan segera menjadi adik iparmu.” “Mungkin Tuan Axel mengira Anda terlahir dengan nasib yang baik. Apapun yang diinginkan akan segera didapatkan.” “Tetapi ada satu hal yang tidak bisa didapatkan oleh Tuan Axel.” Axel bertanya dengan sungguh-sungguh apa itu. “Obat penyesalan, tidak ada obat penyesalan di dunia ini.”
6.2K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as box obat
Read
+Library
Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

Kekasih OB-Ku Ternyata Kaya-Raya

tanya Vania sambil sesekali melihat keadaan tangan Davin. "Gak usah. jangan khawatir. aku punya obatnya di kamar kost ku. nanti deh sampe sana aku obati. kamu jangan khawatir ya?" kata Davin yang saat ini, merasa sangat tersanjung dengan perhatian Vania dan kekhawatiran di wajah Vania ini. "Kalau gitu ayo. kamu pulang aja, biar langsung diobati."
108.3K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as box obat
Read
+Library
Ketika Suami Mulai Bosan

Ketika Suami Mulai Bosan

“Loh Pak, itu obat siapa?” Bi Sumi sedikit terkejut, sampai-sampai bola matanya nyaris saja keluar. “Ini obat Khalid Bi, kayaknya sakit deh. Pantas rewel. Nih kasih aja, saya menemukan obat ini di tumpukan pakaiannya.” Bi sumi segera mengambil obat yang aku sodorkan. Terlihat dia membolak-balikkan lembar demi lembar obat-obatan itu. Wajahnya terlihat bingung hingga sesekali melihat ke arahku, kemudian dia membaca lagi tulisan yang tertera dalam obat-obatan itu. Kali ini dia meraba kening bayiku. Hingga bisa kulihat dia mengerutkan dahinya. Lagi-lagi ekspresi heran dia tunjukkan padaku.
1040.2K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as box obat
Read
+Library
PEMBALASAN TKW YANG DISELINGKUHI

PEMBALASAN TKW YANG DISELINGKUHI

Mengingat Ibnu adalah seorang dokter, pasti dia tau dengan jenis-jenis obat ini. "Nu, coba kamu lihat ini! Ini obat apa ya?" Mas Rian menyodorkan 1 bungkus plastik klip obat di hadapan Ibnu. Namun, dengan seketika Aisyah membekap mulutnya dengan kedua tangannya, dia menangis histeris sambil menggelengkan kepala. Sontak membuat Mas Rian dan Ibnu yang berada di sampingnya kaget dan bingung.
9.141.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as box obat
Read
+Library
Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Lagi pula, hadiah apa yang lebih penting daripada kesehatan? Doni membeli dua puluhan jenis obat dari apotek. Dia juga membeli sebuah botol kaca besar untuk menampung minuman keras, lalu mengisi arak putih dan merendam obat-obatan ke dalamnya. Langkah terakhir adalah memasukkannya ke dalam kotak kado yang dibeli dari toko suvenir. Setelah selesai, dia menaiki mobil ke pusat perbelanjaan milik Harris.
9.458.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as box obat
Read
+Library
Melahirkan Pewaris untuk Sang Bangsawan Bengis

Melahirkan Pewaris untuk Sang Bangsawan Bengis

"Jam sembilan, bangunlah. Di meja makan Iseul sudah menyiapkan segelas teh herbal dicampur akar licorice, madu dan mint demi kesembuhan pita suaramu." Sophie sering mendengar keluhan Obelia mengenai tenggorokannya yang nyeri dan suara yang tiba-tiba serak atau hilang. Sophie mempunyai inisiatif untuk menyuruh Iseul rutin membuatkan minuman herbal untuk Obelia tiap pagi. Sophie melangkah mendekati ranjang, menelisik wajah Obelia. "Matamu tampak sembab. Apa kau menangis semalam?!"
1.6K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as box obat
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status