Petaka Dua Garis
Biar dia tahu, bahwa kediamanku selama ini bukan berarti bahwa permaian telah mereka juarai.
“Hebat, Neng! Bibi dukung itu. Oh, iya. Kemarin, bibi sempat pesan lewat kurir. Koyo, salep pereda nyeri, obat sakit kepala, sekalian pencahar dan pil untuk mengusir gatal akibat alergi. Sengaja bibi banyakin jumlahnya. Siapa tahu Neng Mira butuh.” Bibi berbisik dengan suara yang sangat pelan. Tak lupa, dia juga mengulaskan sebuah senyum manis yang begitu sarat akan kelicikan.