Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Tepat pukul sepuluh pagi Brian bangkit dari duduknya diikuti Sasa yang sudah menunggunya di luar, laki-laki itu lalu menghampiri Dina yang sedang menata kertas di mejanya. “Kamu duluan saja, Sa, aku nanti nyusul sama Dina.” “Baik, Pak.” “Sudah selesai semua laporanmu, Din?” tanya Brian saat sudah ada di depan meja kerja Dina. “Iya, Pak ini tinggal mengurutkannya.” Tanpa memandang lawan bicaranya karena sibuk dengan kertas di tangannya. “Biar aku bantu mengurutkannya, berikan sebagian padaku.” Dina baru mendongakkan kepalanya setelah Brian mengambil sebagian kertas itu.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Suami Premanku Ternyata Sultan

Suami Premanku Ternyata Sultan

Di tengah-tengah kekhawatiran Dion, tiba-tiba saja sebuah kertas melayang tepat di kepalanya. “Siapa sih!?” Kesal Dion sambil memegang kepalanya. Dion menatap tajam wajah Brian yang ada di belakangnya, Dion yakin kalau Brianlah pelaku yang baru saja melemparinya sebuah kertas. “Maksud kamu apa?! Kalau mau ribut nanti saja!” “Buka kertasnya.” Ucap Brian ketus. Dion menatap kertas kucel nan burik yang sudah tergeletak di lantai, tangannya terulur mengambil dan membukanya perlahan-lahan.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Humairah

Takdir Cinta Humairah

ata Brian yang melakukan semua itu, Brian diam diam masuk kedalam ruang kerja saya dan menggunakan leptop yang biasa saya gunakan untuk kerja pada saat saya lagi mengadakan rapat internal, semula saya berpikir ada orang baik hati membantu saya untuk mengatasi masalah ini,tapi alangkah terkejutnya saya mendapati Brian sedang berada di dalam ruangan saya sedang mengutak-atik leptop saya, dengan wajah tanpa berdosanya Brian hanya mengatakan satu kata,"maaf Pi.. tadi Brian pinjam leptop Papi sebentar, semuanya sudah beres, Brian sudah hapus semua virusnya, perusahaan papi sudah bisa beroperasi kembali, Brian juga sudah berinvestasi di perusahaan papi, agar papi tidak susah menjadi investor untuk
10.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

bentaknya. Brian masih terlihat santai, walau wajahnya terasa perih karena ujung kertas yang yang menggores wajahnya. Diambilnya kertas itu, lalu perlahan dibukanya untuk sekadar mendapati isi kertas yang bertuliskan perjanjiannya dengan Athena. Detik itu juga Brian melayangkan tatapan sinisnya pada Ismail. “Bukannya aku sudah membakar surat perjanjian ini, Ismail? Bagaimana mungkin Papaku bisa mendapatkannya!” desis Brian murka.
84.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Pria Tepat Untuk Karina

Pria Tepat Untuk Karina

Saat dia hendak Tanpa ragu seseorang membuka pintu kafe Karina sampai wanita itu terkejut dan hampir menjautuhkan piring yang tadi ada di tangan kanannya. Pria itu adalah Brian. Dia datang setelah mengajar, bahkan dia masih memakai baju yang sama seperti tadi pagi. Di ambang pintu dia mengecap bibirnya yang kering karena udara yang kian dingin “Aku sudah dapat suratnya.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

Di sudut gang sempit itu ia tergeletak begitu saja tiada sesiapa pun peduli. Papa mengangkat tubuh itu, menaikkannya ke mobil dan membawanya ke rumah sakit. Sejak saat itu, bak pahlawan di matanya, Brian selalu ikut Papa. Namun ketika aku mulai remaja, Brian bekerja sebagai agen rahasia di kepolisian. Aku tak pernah lagi bertemu dengannya, kecuali saat Zapa meminta dia dijadikan manajer di Rama Corporation sekitar setahun silam.
9.729.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Into You

Into You

Brian kemudian menitipkan pesanannya pada penjaga counter tersebut untuk nantinya ia ambil sebelum film dimulai. Brian, yang merasa sudah mempersiapkan ‘rencananya’ dengan matang, melangkahkan kakinya ke kedai kopi tempat dimana ia menemukan Saras. Pemuda tampan itu melihat Saras menyesap minumannya dengan pelan, sembari memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang berada di kedai kopi tersebut. Gadis itu tidak menyadari kedatangan Brian. Brian berjalan menuju tempat pemesanan untuk memesan satu gelas es americano. Ia merogoh sakunya, tempat ia menyimpan dua tiket bioskop yang ia beli tadi, merobeknya menjadi dua bagian, dan menyerahkan satu tiket tersebut kepada barista laki-laki yang melayan
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Perpisahan Di Musim Salju

Perpisahan Di Musim Salju

Ternyata Brian sudah ada di caffe itu, dia melambaikan tangannya agar Kania melihat keberadaannya. Kania melihat Brian ada di meja belakang, dia menghampirinya. "Sudah lama bi?" "Aku baru saja sampai. Mau pesan apa?" "Sama sepertimu." Mereka pun memesan makanan dan minuman yang sama. Kania bertanya kepada Brian, dimana dia bekerja? "Aku bekerja di Hideyoshi group sebagai wakil direktur." "Apa? Kau bekerja di Hideyoshi?"
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

*** Reymon menerima berkas dari temannya, dokter Brian. Dokter Brian merupakan dokter di rumah sakit jiwa. Dia juga salah satu temannya Reymon. "Bagaimana kabar kamu," kata Brian basa-basi. "Aku baik-baik saja," sahut Reymon seadanya. "Kenapa kamu cepat kembali ke luar negeri. Kenapa tidak tinggal di Indonesia saja. Kan kamu juga punya anak perusahaan di sini."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Cinta Pertama Uncle Will

Cinta Pertama Uncle Will

jawabnya. “Bersikaplah seperti asistenku kalau begitu, aku nggak butuh ceramah darimu.” Lelaki itu diam, melajukan mobil yang membelah keheningan jalan malam itu. Brian adalah sahabat Lisa ketika masih di kampus. Setelah lulus kuliah dia bekerja di perusahaan ayahnya Lisa, kemudian menjadi asisten Lisa sampai sekarang. Meski Brian pernah secara blak-blakan mengatakan jika dia pernah menyukai Lisa. Tapi Lisa memilih untuk tidak pernah mendengar pernyataan cinta yang konyol dari sahabatnya.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai brian paper
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status