Ibu Empat Anak: Beda Bapak!
Tapi Minah tidak menggubris, malah lanjut dengan sindirannya, “Astaghfirullah, pantas aja Ibu nggak mau ngadain pesta kemarin! Rupanya ini semua demi hemat budget, ya? Kalau memang udah nggak butuh tenaga saya, ya bilang aja dari awal, Bu. Ibu kan orang kaya raya, tapi kok… yah, mohon maaf nih, kok iritnya nggak nahan.”
Melati makin tersulut, tangannya mengepal di pinggang. “Hei, mulut kamu itu, ya! Bukan irit, ini namanya efisien! Saya itu hemat karena pintar, bukan pelit!”
Nasya mengamati pertengkaran ini, mulutnya sedikit terbuka kaget, namun tak tahu harus berkata apa. Otaknya masih memproses semua maksud tersembunyi di balik kata-kata Melati. Bagaimana mungkin, mertuanya ini sungguh-sun