Mate
Lalu, meninggalkan Efni yang masih tercengang bingung.
Efni tiba-tiba terbangun. Ia menghela napas, lalu melihat jam di dinding kamar kosnya. Jarum jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Efni terdiam sejenak, mencerna maksud mimpinya apa. Ia merasakan seakan-akan semuanya nyata.
“Apa dia jodohnya Fita, ya?” tanya Efni pada dirinya sendiri. Ia mengambil gelas berwarna biru berisikan air mineral, lalu meminumnya.
Hot Chapters