Terjerat Cinta Gadis Bisu
Ada sesuatu yang masih sama, benda yang dulu begitu aku minat ternyata sudah menempel di dinding itu dekat benda berbentuk lingkaran dengan angka yang memutar.
"Masih lama, dua jam lagi ada pertemuan pemegang saham. Masih ada waktu buat kau untuk bersiap diri, Gendhis," kata pria itu lagi.
Aku tidak bereaksi, pandanganku masih fokus pada benda berbentuk lingkaran yang akhirnya kutahu benda itu bernama jam dinding. Ia menatapku heran. Tak ada suara, tetapi tangannya terulur menyerahkan benda pipih berwarna hitam. Benda yang terlihat asing di mataku itu memunculkan gambar yang tertera angka. Kedua mataku menyipit, mencari sepenggal kisah yang mungkin masih tertinggal.