Ada sesuatu yang menarik tentang buku mimpi dan bagaimana orang mencoba menghubungkannya dengan realitas. Mimpi menangis sering dianggap sebagai pertanda kesedihan atau kehilangan, tapi menurutku itu lebih tentang bagaimana otak memproses emosi. Aku pernah mengalami mimpi menangis dan keesokan harinya justru dapat kabar baik. Buku mimpi mungkin hanya alat untuk mencoba memahami perasaan kita sendiri, bukan prediksi masa depan.
Di sisi lain, budaya tertentu memang punya keyakinan kuat tentang tafsir mimpi. Misalnya, dalam tradisi Jawa, mimpi menangis bisa diartikan sebagai pertanda rezeki. Tapi apakah itu benar-benar prediksi atau sekadar sugesti? Kadang-kadang, kita cenderung mencari pembenaran untuk kejadian yang kebetulan cocok dengan mimpi kita.