Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan
Aura hijau gelap membungkus jemarinya, berdenyut pelan seperti denyut racun yang menunggu mangsa.
Ia menyentuh dada korban, lalu leher, lalu meridian yang hancur.
“Hm.”
Suara kecil itu terdengar jelas di arena yang senyap.
Bibir Vardos melengkung membentuk senyum tipis, senyum orang yang merasa berada di atas angin.
“Kerusakan jiwa total,” katanya datar, seolah membaca daftar belanja.
“Meridian kiri dan kanan musnah. Paru-paru kolaps. Jantung retak. Dan roh jiwanya…”