PULANG DARI RANTAU
Menepis semua kehadiran para lelaki masa lalu yang silih berganti mencoba merobohkan pertahanan kesetiaannya.
Sebelum ashar, Cahaya tiba di rumah. Lekas mencuci ayam dan membumbuinya. Kirana belum terlihat, dia intip dan ternyata masih tidur di kamarnya. Ingat dengan cucian yang belum disetrika di rumah majikannya, Cahaya bergegas ke sana dan lekas merapikan semua pekerjaannya. Keringat mengucur dan silih berganti dengan rasa lelah. Namun Cahaya tetap semangat, ingin tiba di rumah sebelum maghrib dan memasak ayam untuk Kirana berbuka.
Pukul setengah enam, akhirnya pekerjaan selesai. Kirana pulang dan berjalan cepat. Di jalan dia melihat seorang penjual es dawet yang tampak sudah berkemas unt