TAK INGIN BERCERAI
] tulisnya lagi, emotikon sedih berjejer dua diakhir pesan.
Apa sebenarnya yang terjadi? Haruskah ku balas pesan ini? Tapi aku tidak mengetahui maksudnya. Sebaiknya kubalas saja dari pada Mama curiga dan aku akan ketahuan kalau sudah membaca pesan ini.
[Baik, Ma. Mama juga jangan banyak pikiran, istirahat cukup, makan yang teratur dan harus bahagia!] Balasku.
Urusan Mas Galih, besok aku akan menyalahkannya saja. Aku sudah mempersiapkan jawaban yang pas sebagai alasan. Sekarang sudah pukul dua dini hari, bahkan Mama juga tidak bisa tidur.