Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

Lelaki bertubuh gempal itu tampak mengangkat tangan kanan lalu berencana membelai wajah mulus Sajani. Dengan gesit wanita itu menangkis. Senyum lelaki itu lenyap berubah menjadi tatapan tajam, dadanya nampak kembang kempis. Dia mengintimidasi Sajani melalui tatapan mata merahnya. Sungguh sayang seribu sayang, Sajani bergeming. Dengan santai dia menghela napas kasar sebagai protes rasa keberatan dirinya diusik.
1025.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 749 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Seharusnya tidak terjebak dalam pemandangan berbahaya ini. Namun tatapan pria itu… terkunci padanya. Bukan tatapan iseng pria-pria yang merasa tampan adalah tiket gratis untuk berlagak sok kenal. Bukan pula tatapan pria hidung belang yang menilai wanita dari atas ke bawah bagai barang di etalase. Tatapannya berbeda. Tenang. Tidak tergesa. Mengamati, bukan menghakimi.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Pertemuan Pertama Membuat Presdir Terobsesi

Pertemuan Pertama Membuat Presdir Terobsesi

Ia menjepit hidungnya menggunakan tangan, dengan kesiapan yang matang, ia memberikan udara dengan cepat. Aroma mint menguar dari bibir mulut pria itu, hingga membuat Meiva terdiam beberapa saat. Secara bersamaan pria itu membuka mata, sontak membuat dada Meiva berdebar kencang. Kedua mata mereka saling bertemu. Tatapan pria itu begitu tegas dan karismatik, hingga membuat Meiva menunduk menyembunyikan pipinya yang merona setelah mengakhiri pertolongannya. Ia mendadak canggung.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

tutur wanita itu. Saat itulah pandangan mata mereka bertemu dan Kia bisa melihat ekspresi campur aduk di mata lelaki itu. “Jangan menatapku begitu, Angga,” tegurnya pelan dan ekspersinya ikut berubah. “Lagipula kenapa kau menatapku dengan cara seperti itu? Akan jauh lebih logis kalau kau membalas apa yang sudah aku lakukan padamu waktu SMA dulu.”
1054.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
KILLER MASK

KILLER MASK

Rambutnya klimis, mengenakan jas, dan tampak lebih tenang. Langkah pertama Andi langsung membuat pria yang duduk sendiri berpaling melihatnya. Mata pria itu mengekor sampai Andi duduk di sebelahnya. Ia bahkan tidak melepas sedikitpun pandangan terhadap Andi, membuat mulut pria itu sedikit menganga. Andi yang sadar kalau sedang ditatap langsung membalas tatapan mata pria itu, melayangkan senyum sampai pria itu tiba-tiba tersedak.
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Disambarnya kotak logam kecil untuk menggesek ujung stik biar kesat, sembari tatapan mata yang sulit ditebak ke arah Melati. Wanita itu memperhatikan cara pria itu merenggangkan bahunya yang lebar ketika memoles. Terlihat maskulin. Di luar dari sikapnya yang arogan, kharismanya selalu memancing kekaguman. Dan Melati berusaha menepis itu semua. "Perhatikan baik-baik." Pria itu menata bola-bola dalam segitiga kayu dan mengambil posisi.
9.9209.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
I'm Yours My Husband

I'm Yours My Husband

Seperti yang Naia katakan sebelumnya, wajah pria Adam ini sangat aneh karena semakin dipandang, mata semakin betah dan lupa sekitar. Sayang sekali Kaze orang yang dingin dan tembok! Tiba-tiba saja Kaze mendongak ke arah Naia. Mata keduanya bertemu, di mana tatapan datar pria itu mendadak berubah menjadi sangat tajam dan terasa mengancam. Naia menoleh cepat ke arah lain, memilih memutuskan kontak mata dengan pria es tersebut. 'Dari banyaknya restoran di sini, kenapa dia harus ke sini? Ck, mana tatapannya tajam banget lagi!' batin Naia, gelas air putih kemudian minum secara perlahan.
1035.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Deafis_naufal
yahooo karya baru caci. semua karya the best. peran utama semua mantap2 jika ada pelakor & pebinor. cewek nya gak lemah sama karya penulis lain. kebanyakan cewek ditindas mulu. karya caci bikin cewek nya kuat.mantap. pokok nya the best. tq caci.
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita. (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧(⁠✿⁠ ⁠♡⁠‿⁠♡⁠)
Baca Semua Ulasan
Tawanan Mafia

Tawanan Mafia

Sementara seorang gadis dengan wajah ayunya masih setia menutup kelopak matanya dan tenggelam dalam dunia mimpi. Sampai seorang pria datang dengan membawa gelas besar berisi air lalu menuangkannya tepat di wajah Mentari. Gadis itu langsung terbangun seketika, mengambil posisi duduk lalu mengusap wajahnua yang telah basah. Ia menghadiahi Max tatapan tajam, tetapi justru dibalas tak kalah tajamnya oleh pria itu. "Kau mau apa?" tanya Mentari dengan suara yang sedikit serak.
1018.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

BALASAN UNTUK IBU TIRI SERAKAH

Mereka saling berhadapan, bola mata Lanita bergerak cepat untuk berkelit, namun pria itu menatapnya lekat. "Aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk tidak peduli. Berulang kali mengacuhkan perasaan ini dan mati-matian menguburnya. Tapi, aku tidak bisa." Tatapan mata yang teduh, terlihat mengiba dan penuh cinta.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Chemistry Chapter

Chemistry Chapter

"Iya, Pak?" ​Dewa menatapnya dari balik kacamata, kilat jenaka melintas cepat di matanya sebelum kembali berganti menjadi tatapan dingin yang datar. "Lain kali, kalau mau dandan untuk kencan buta... tidak perlu semenor semalam. Kamu jauh lebih terlihat seperti manusia normal dengan riasan tipis seperti sekarang."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai cara membalas tatapan mata pria
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status