Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIKIRA MISKIN

DIKIRA MISKIN

Aku tidak sanggup untuk mengatakan pada ibu yang sebenarnya. "Ibu harus sabar dan ikhlas, ya?" Mas Yudi mengusap lengan ibu. "Memangnya ada apa? Aku harus segera memasak nasi goreng kesukaaannya. Bukankah dia sudah bilang kalau ingin makan makanan buatan ibu saat pulang nanti. Ayo, Tik. Bantu ibu untuk meracik bumbunya," ucap ibu bersemangat. Langkahnya lebar menuju dapur.
10105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Hinaan Dari Keluarga Suami

Hinaan Dari Keluarga Suami

Pov Bayu Aku meninggalkan rumah ibu. Air mata berjatuhan seiring langkah. Ibu minta aku bayar hutang dilahirkan. Apakah pantas ada hutang antara ibu dan anak kandung? Ibu, tahukah kamu jika aku sangat merindukanmu. Aku tahu bukan seorang anak yang bisa dibanggakan. Aku membuatmu malu. Sebanyak apapun hinaan dilontarkan, tak pernah hati ini menyimpan dendam. Justru aku merasa bersalah karena tak bisa memanggakanmu. Ibu ....
9.9252.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Desri Marifa
untuk stelan dan ibunya tragis sekali cerita nya.. untuk Rina,, ini sangat menginspirasi.. klo boleh tau apakah ini sesuai dengan kehidupan nyatanya penulis atau gimana..? jadi penasaran kok ada mertua sama ipar kek gitu ya.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Termanis Sang Penguasa

Pembalasan Termanis Sang Penguasa

“Son, jika kamu ingin menarik perhatian wanita itu, aku sarankan kamu harus membuat bubur itu sendiri dengan kedua tanganmu. Karena dengan begitu dia bisa melihat keseriusan dirimu.” Liev terdiam mendengar ucapan ibunya. Masalahnya Liev tidak pernah masuk ke dapur apalagi memasak sesuatu. Tapi dia juga tidak bisa menyingkirkan ucapan sang ibu begitu saja. Apa yang harus dia lakukan? ***
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Racun Mulut Tetangga

Racun Mulut Tetangga

seru bapakku. "Kalau memuji seperti ini pasto ada maunya. Langsung saja deh pak katakan bapak mau apa, nggak usah pakai kode-kodean pak?" tanya ibu langsung bisa menebak.
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Parfum

Gara-Gara Parfum

Ibuku menoleh dengan wajah berseri "Sophie, apa kau ingin coba membuatnya sendiri?" Tanya Ibuku lembut. Pertanyaan yang ibuku tanyakan hari itu, langsung membuat senyumku mengembang cerah dan aku pun mengangguk kuat menyetujui tawaran itu. Hari itu, adalah hari pertama aku menciptakan aromaku sendiri. 000 Setiap musim hujan datang membuat lilin menjadi tradisi kecilku dan Ibu. Hingga suatu hari, pujian yang keluar dari mulut ibuku membuat hatiku terasa sangat bahagia.
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Gaji bapak di gunakan mamak untuk membeli ikan dan sayuran, sisanya mamak pakai untuk kesenangan nya. Sehabis sholat magrib aku masuk ke dalam kamar mamak, kebetulan bapak masih di masjid setelah isya' baru pulang. "Mak" sapaku pelan "Hmm kenapa?" Ucap mamak yang masih fokus menatap layar ponselnya. "Boleh matikan dulu YouTube itu, atau mamak pause lah, Laila mau bicara serius" ucapku mengiba. "Bicaralah, biar mataku menonton telingaku mendengar kamu bicara apa" ucap mamak yang masih fokus memperhatikan channel salah satu artis idolanya.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

sentak Ibu membuatku ciut. “Bukan seperti itu, Bu? Maksudnya ...” “Halah ... Ibu nggak mau tau, kamu harus cari cara, bagaimana hutang-hutang ibu bisa lunas!” Ibu memotong ucapanku. Ku tarik nafasku kuat-kuat, ke lepaskan dengan perlahan. Mengatur degub jantung yang tak karu-karuan ritmenya. Dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk melunasi hutang ibu?
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Maduku

Adikku Ingin Jadi Maduku

Dia mulai menjelaskan pada murid-muridnya. "Nah. Oleh karena itu, ibu mau mengajak kalian untuk membuat sesuatu yang bagus, yang indah dan cantik di mana kalian nanti akan memberikannya untuk orang tua kalian. Paham, kan anak-anak?" tanya Bu Risti sekali lagi. "Paham!" jawab semua anak-anak. "Ya sudah. Ibu akan berikan kalian beberapa kertas dan kalian bisa mengkreasikan apa pun untuk yang akan kalian berikan nanti pada orang tua kalian. Oke?" tanya Bu Risti.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

Benar aku seorang menantu, tapi aku juga mau diperlakukan seperti anak, bukan orang lain yang terpaksa dihidupi. "Saya pikir ibu ingin buat sendiri," ucapku menirukan perkataan ibu saat aku berkunjung ke rumahnya. Selama ini ibu tak pernah membuatkanku minuman. Beliau memintaku membuat sendiri sekali pun aku lelah karena perjalanan jauh. "Sudah, Bu. Jangan buat masalah. Masalah Rara saja belum kelar, ini mau nambah masalah sama Lili. Ibu gak capek? Aku sudah bosen mendengarnya."
121.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 866 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Mas Duda itu Mantan Kekasihku

Mas Duda itu Mantan Kekasihku

“Karena Ayahmu terlalu istimewa. Dia selalu ada bersamamu, Nak.” Dia menggeleng dengan cepat. “Hari ini ada tugas membuat sebuah puisi dengan tema Ayah. Katakan padaku, Bu. Apa yang harus ku tulis?” Aku menggigit bibir bawahku mendengarnya. “Biar nanti Ibu beritahu di rumah. Sekarang Hira tidur siang dulu ya? Ibu harus kembali bekerja.” “Oke Bu.” Setelah panggilan terputus aku segera mengambil tisu menghapus air mataku. Setelahnya aku membayar soto pesananku.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai cara membuat puisi ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status