Pengantin Bayaran CEO Ternama
“Tadi di dapur, kamu bilang kalau kamu sering membuat kue ini setiap kali kamu merindukan mendiang ibumu. Apa ini memang sangat spesial sampai hanya ini yang bisa kamu buat?”
Ivy mengangguk tersenyum tapi detik berikutnya, ekspresinya berubah sendu. Itu karena ia teringat dengan mendiang ibunya. Dengan wajah sedih, ia menatap cake itu. “Setiap kali aku menangis, ibu akan membuatkan ini. Aku yang tadinya menangis dan kesal karena sesuatu, akan berubah senang setelah memakan cake buatan ibu, seperti ada sihir di dalam kuenya. Lalu suatu hari, ibu jatuh sakit dan aku menangis. Ibu masih berusaha membuatkannya hanya untuk menyenangkanku. Karena itu, aku belajar membuatnya sendiri. Jadi, kalau su
Sikat na Kabanata