MERTUA IDAMAN
Aku pun mengikuti arahannya.
“Ah, iya, benar.”
“Semangat, Ibu!!! Sudah nampak. Rileks, ya, rileks! Ikuti lagi arahan saya!”
“Ayo, Sayang! Kamu bisa.” Mas Yusuf berbisik di telinga.
Aku kembali melakukan apa yang sudah dicontohkan oleh bidan tadi. Berusaha mengatur napas dan mengejan.
“Alhamdulillah.” Serentak mereka mengucap hamdalah diiringi suara tangis bayi yang sangat kencang.