ISTRI SIRI TENTARA ALIM
Alzam menarik napas, lalu mulai membaca.
Surat Yusuf mengalun pelan dari bibirnya. Suaranya bergetar, tapi setiap ayat yang ia lafalkan terasa menenangkan.
Lani diam, mendengarkan dengan khusyuk. Tangannya masih bertumpu di perutnya, merasakan gerakan kecil dari janin mereka. Setetes air mata telah luruh di pipinya. Terlebih saat bayi itu menggeliak pelan.
Sampai ayat terakhir, Alzam terdiam sesaat.