SENTUHAN YANG SALAH
Pria itu membungkuk sedikit, mencengkeram dagu Anya dengan lembut namun tegas, memaksa sepasang mata sekretarisnya yang berair untuk menatap lurus ke dalam manik matanya yang kelam dan tak terselami.
"Di kantor ini, setiap kesalahan ada harganya. Tapi, setiap kepatuhan juga memiliki imbalannya sendiri. Selama kamu tahu bagaimana cara menyenangkan atasanmu, menuruti setiap perintahku tanpa bantahan, dan menjaga mulutmu tetap rapat dari dunia luar, adikmu akan mendapatkan perawatan medis terbaik yang bisa dibeli dengan uang di kota ini. Pilihan ada di tanganmu, apakah kamu ingin terus menjadi sekretaris yang tidak kompeten, atau menjadi wanita yang tahu cara mengamankan posisinya."