KSATRIA TIGA JAMAN
Bandar itu terkesiap melihatnya, mukanya pucat karena ketakutan
“Kau ini keterlaluan sekali, tega sekali kau menipu temanmu sendiri!” tutur seorang prajurit kepada Bandar itu.
“He he he he, maaf teman-teman namanya saja usaha. Aku butuh uang untuk melunasi hutang-hutangku kepada Tumenggung Barada,” kata si Bandar.
“Ya tapi jangan dengan cara menipulah, teman sendiri lagi yang ditipu. Sudah daripada kami memukulimu sampai bonyok, lebih baik kau kembalikan saja uang kami!” protes temannya yang lain.