Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?
Aku duduk dengan hati-hati, memejamkan mata, dan menarik napas dalam, mencoba menstabilkan pusing yang semakin memburuk dari detik ke detik.
Bukannya membaik, semuanya justru semakin kuat. Sakit kepala berubah menjadi tekanan konstan, dan gelombang mual samar mulai muncul. Rasanya seperti tubuhku bereaksi terhadap sesuatu, akumulasi stres, tidak makan dengan benar, anggur, atau semuanya sekaligus.
Aku mencoba fokus pada napasku, tapi kesadaranku mulai terasa kabur. Lampu-lampu lobi tampak berkedip, meski aku tahu itu hanya penglihatanku yang melemah, bukan lampunya.
Hot Chapters