Dewa
Intan berhenti sejenak memancing reaksi Caca.
"Kakak! Lanjutin! Caca suka, lanjutin! Lanjutin!" pinta Caca sambil menyeka airmatanya.
"Di sana dia menangis sendirian, beberapa saat kemudian datang lelaki kusam yang berpakaian lusuh, lelaki itu bertudung petani. Dia membawa segenggam kayu yang dipungutinya dari hutan, melihat ada seorang putri yang sedang menangis bersandarkan pohon. Lelaki itu pun mendekatinya. Lelaki itu berkata, "siapa kamu? Kenapa menangis di sini?" Putri Aira diam tak memberi jawaban. Akhirnya pangeran duduk di sebelahnya membujuk Putri Aira agar diam. Lama-lama Putri Aira berhenti menangis juga karena kelelahan. Putri Aira menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Lelaki
Hot Chapters