DENDAM SANG PUTRI
Tapi ia tak mungkin menolaknya, karena melihat mimik wajah sang ibu yang kini tampak menyeramkan.
“Dengar, Kim, besok pagi-pagi sekali kau harus bangun, kenakan gaun sederhana untuk menutupi kecantikanmu. Ingat tak boleh ada yang tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Tetap katakan namamu Wilona, dan katakan pada mereka bahwa kau anak seorang petani miskin. Tunjukkan kemampuanmu dalam merawat kuda. Saat kau memenangkannya, bekerjalah dengan keras. Sampai kerja kerasmu itu bisa membawamu masuk ke dalam kerajaan ayahmu kembali, Kerajaan White Tiger.” Alice mendekatkan wajahnya ke wajah Putrinya. Tatapannya tajam penuh kebencian dan dendam di masa lalu.
"Tapi, Bu?"