Darah & Bisikan Istri Terkutuk
“Kau sekarang benar-benar seorang Duke sungguhan, kau tahu. Wilayah masih dalam tahap pembangunan, kau sibuk membangun kepercayaan warga, menjaga istrimu yang sedang rapuh, menyelidiki reruntuhan, lalu—Putri Kedua. Apa lagi nanti? Hantu di sumur? Kudeta dari burung gagak? Aku berharap kau jangan cepat keriput.”
Zergan menatapnya dingin. “Ruth.”
Ruth menyerah. Ia mengambil salah satu berkas tipis dan mengangkatnya.
“Baiklah. Kasus yang waktu itu... terjadi di Desa Verran. Dua pria berkelahi di pasar malam. Awalnya kupikir itu hanya pertikaian minuman. Tapi menurut Naira—dan dua warga yang lain—mereka sedang membicarakan soal pengiriman malam, dan soal ‘pintu utara yang tak boleh dibuka’.”
الفصول الرائجة