Mengamati kehidupan sehari-hari adalah gudangnya ide yang tak pernah habis. Aku sering duduk di warung kopi, mendengarkan percakapan orang-orang, atau memperhatikan ekspresi mereka. Ada drama kecil di setiap interaksi—konflik antar tetangga, kegigihan penjual sayur, atau bahkan cara seorang anak mencoba memahami dunia. Dari situ, aku bisa membangun karakter atau plot dengan sentuhan realismenya.
Kadang juga aku mengumpulkan cerita-cerita absurd dari pengalaman pribadi. Seperti waktu melihat kucing jalanan 'bernegosiasi' dengan pedagang ikan. Hal-hal sederhana seperti itu bisa jadi metafora keren tentang survival atau persahabatan. Kuncinya: catat semua hal unik di notes ponsel, lalu kembangkan dengan imajinasi.