Duka Pernikahan
“Nggak ada, dia ngasih tahu aja kalau nanti masa ngidam kamu masih panjang. Bisa-bisa aku dibangunin tengah malam cuman pengin makan sesuatu katanya.”
“Tapi aku nggak pernah merasa seperti itu, Hanif.” “Ya, kan belum sayang.”
Semakin ia menempel pada Hanif, suaminya mencium keningnya sampai Renjana tersenyum. Hanif romantis, jelas suaminya romantis saat mereka berdua saja. Kalau mereka pergi ke suatu tempat, paling-paling Hanif menggandeng tangannya saja, dan itu tidak lebih. Tapi ketika mereka berdua berada di ruangan yang sama dan tidak ada orang lain, Hanif tidak pernah ragu untuk menciumnya. Katanya ciuman dan pelukan itu menguatkan cinta, Renjana juga merasa kalau dia juga dicintai oleh
ตอนยอดนิยม