Pacar Sejuta Umat
tanya Dewa, mukanya sudah tampak lebih ceria, senyumnya tampak tak lekang dari bibirnya, itu semua tak luput dari pandangan Rere yang mungkin merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada suaminya.
"Hanya coklat, istriku selalu stok banyak, maklum masih empat bulan kandungannya, masih rewel rewelnya."
"Makasih, Dwi, jadi merepotkan, ya?" ujar Dewa yang kemudian kembali mengajak Dwi untuk duduk bersama di sofa.
Dewa dan Dwi terus saja bercerita, kadang mereka terbahak bersama.
"Alhamdulillah." Rere mendesis pelan, dengan mata terpejam. Tampaknya dia bahagia sekali malam ini, hingga benar benar cepat terlelap, tidak seperti hari hari kemarin.
Hot Chapters