Masakan Mertua
Tawaku pecah, lalu mundur dan duduk kembali.
"Tidak, Mbak. Aku serius. Aku sudah pernah bertemu wanita itu. Dia memang hamil, dan Mas Irwan terlihat sangat mencintainya. Aku lihat dia adalah wanita yang sangat penurut dan manja pada suamimu itu. Jadi aku tak heran jika Mas Irwan pun lebih memilih wanita itu daripada kamu," ujarku apa adanya, tidak ada unsur menambah atau mengurangi sedikitpun.
Rupanya perkataanku sukses membuat Mbak Rita tumbang. Dia terdiam, lalu beberapa detik kemudian terduduk di lantai. Mas Lukas dan Ibu spontan mendekat kearahnya.