Pembantu Cantik Pemuas Hasrat Sang Pewaris
“Iya, Pa. Mau kerja apa coba, orang tanpa identitas? Aku hanya tahu namaku, itu pun samar. Dunia yang terlihat di depan matanya seolah semuanya baru. Tapi aku bersyukur. Hidup seperti itu membuat aku belajar banyak hal. Tentang bertahan. Tentang menjadi kuat. Dan ya, pekerjaan yang tanpa perlu identitas yaitu pembantu, itu sudah cukup.”
Suasana menjadi hening. Hario menatap gadis kecilnya yang kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang kuat. Dalam hatinya ada rasa bersalah, karena tidak mampu melindungi Arsila dari kekejaman dunia, dari Mirna dan anak tirinya, dari permainan kekuasaan yang menghancurkan rumah tangganya sendiri.
“Sekarang kamu tinggal di mana?” tanya Hario pelan.