Dekapan Hangat Sang Mantan
ucap Ghea, suaranya datar, dingin, seperti es yang retak tapi belum hancur.
“Aku siapkan kejutan anniversary kita di rooftop hotel. Ternyata kejutan yang kamu berikan… lebih dahsyat.” Ghea menggeleng tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia berusaha menahan air mata keluar dari balik kelopak mata, sebab tak ingin terlihat lemah.
Arka akhirnya menemukan celananya. Dia memakainya dengan kikuk, kancingnya salah satu, tapi dia tidak peduli. “Ghe, dengerin aku—ini bukan—aku bisa jelaskan—”