PAMER SUAMI
Tak terkecuali Boy, dia sampai mengurut perut melihat penderitaan ayahnya ini.
"Tidak baik menertawakan orang tua, Nak," tegurku.
"Habisnya ada gigi yang lepas," kekeh Boy, menunjuk bibir Oppung Menek yang sudah cekung.
Asataga, maafkan anakku ini, Oppung. Dia masih polos dan aku yakin bukan maksudnya menghina. Hihi.
*
Dengan menggunakan perjalanan udara, akhirnya kami tiba di rumah Ibu. Rumah yang masih hak milik beliau, sengaja tidak dijual agar menjadi tempat singgah jika pulang kampung ke sini.