Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan
Sahut yang lain
“Kalian semua diam! Dia malam ini bersamaku. Setelah malam ini, aku akan biarkan kalian memenangkan barang bagus. Nanum untuk merelakannya bersama salah satu dari kalian, aku menolak!”
Sejenak, ruangan sunyi.
Tak ada tawa, tak ada cemooh.
Hanya bisik-bisik kecil di antara para pria, menahan rasa tak percaya.
Madam Deria mengangkat alis, tersenyum tipis penuh kemenangan.
Malika menahan nafas. “Satu miliar?
Untuk tubuhku?” Batinnya. Air matanya nyaris jatuh, namun ia paksa bertahan.