Suami Miskinku Ternyata Konglomerat
Terlihat dari cara bicara mereka seperti orang yang sedang ngelantur.
"Lepasin mata, Dito!" teriakku lagi. Tanganku seperti tertarik-tarik, karena Dito berdiri pun agak sempoyongan.
"Jangan takut Sayang, sama Kang Dito. Sar-Sarah, bagi durennya sama Abang." Aku yang melihatnya sedekat ini jadi semakin jijik melihatnya. Secara refleks, tendangan kakiku keras ke arah pangkal pahanya, hingga membuat Dito menjerit kesakitan, dan langsung ambruk ke tanah. Kedua tangan terus saja memegangi alat vitalnya. Sementara itu kawan-kawan sepemabukannya hanya belajar saja. Aku langsung lari menghindar, ternyata memang benar, emak sudah menunggu di teras rumah.
Hot Chapters