Mr. Airlangga
Kilahku.
Dia berhenti tertawa, menatapku dengan lembut lalu tanpa disangka-sangka mendaratkan bibirnya ke bibirku.
Entah sudah berapa ratus kali aku menuliskan adegan ini di dalam novel-novelku, di mana dua karakter utama laki-laki dan perempuan berciuman, untuk pertama kalinya. Terlalu indah hampir seperti sakral, ketika bibir mereka saling bertemu, saling berpagut, deskripsi yang aku kuasai dengan seksama, detil demi detil mereka saling menautkan bibir, dengan dada bergelora penuh asmara. Walaupun aku belum pernah mengalaminya!
Hot Chapters