Jatah Bulanan Ibu Mertuaku
Kutuntun Bu Wandi untuk duduk di dalam, tidak enak kalau dilihat tetangga bila kami mengobrol di teras, sepertinya ini masalah besar.
"Tenang dulu, Bu!" ucapku sambil mengusap punggungnya, terasa tubuh Bu Wandi yang ternyata sangat kurus di balik gamis dan jilbabnya.
"Ibumu, Kar! Mertuamu!" ucapnya masih terisak.
"Ibu? Kenapa ibu mertuaku, Bu?" tanyaku terkejut.
"Ibumu udah terang-terangan selingkuh sama suamiku!" ucapnya dengan suara yang mulai meninggi.