Suami Perkasa
Meri Nakashimamelani kekasihku 44 kejora pagikekasihlagi di fase capektes kesetiaan pacar
Ponselnya bergetar, nama yang selalu membuat jantungnya berdebar muncul di layar: Steve
Dengan tangan gemetar, ia mengangkat.
“Su…” suara Steve serak, hampir patah. “Besok aku menikah.”
Kata-kata itu menusuk dada Sukma, lebih tajam dari pisau manapun. Nafasnya tercekat.
“Jadi akhirnya… kamu pilih dia?” tanyanya lirih, berusaha menahan tangis.
“Bukan memilih, Sukma. Aku dipaksa. Kau tahu aku nggak pernah mencintai Sasa. Aku hanya cinta kamu. Tapi … keluarga nggak memberi pilihan.”