Ditipu Mertua dan Suami
"Kalau ini saya nggak mau, Pak. Saya penumpang. Sudah, pokoknya ini untuk bayar taxi saya sesuai yang di aplikasi. Tolong diterima, Pak, supaya saya lega."
"Baiklah, Neng, saya terima. Makasih ya, Neng. Hati-hati, ya. Semoga perjalanannya lancar."
"Aamiin. Saya permisi, Pak."
Dan sekarang kereta sudah membawaku dan Adam ke Surabaya. Satu satunya kota harapan yang ingin aku tuju. Untung Adam anteng di kereta, tidak rewel. Hanya sesekali menangis karena haus dan setelah disusui tidur lagi seolah tahu keprihatinan ibunya.