TURUN RANJANG
gerutu Sera sambil menutup wajah dengan kedua tangan.
Ardhi terkekeh pelan. "Kamu ini memang aneh. Waktu kita ngobrolin tentang kondom kamu juga malu, sama seperti sekarang."
"Ardhi, stop it," geram Sera dengan wajah yang terasa terbakar. "Dengar ya, saya sangat menghargai kamu karena mengakui saya sebagai istri. Saya juga, saya juga mengakui kamu sebagai-"
"Suami," potong Ardhi dengan gemas. "Kamu mau bilang suami aja muka kamu sampai merah banget."