Selir Yang Terlupakan
"Atau mungkin hamba bisa tetap diam dan menyembunyikan hubungan ini dari mereka?"
Beliau tertawa kecil—suara pendek, renyah, dan sama sekali bebas dari nada dingin atau kepura-puraan yang biasa beliau pakai.
"Malu?" ulangnya pelan, seolah sedang memikirkan arti kata itu kembali. "Rasa malu itu hanya milik orang-orang yang terlalu takut pada pandangan orang kecil. Aku tak pernah mempedulikan apa yang dikatakan istana."