SAHABAT DAN KISAH CINTAKU
“Ayo lekas, antar aku pulang, Jangan menggangguku.”
Bang Tirta terus saja menggangguku. Sial memang kenapa aku dapat tugas bareng dia hari ini. Ada saja cara dia mencari alasan untuk memberhentikan mobilnya, mampir ke rumah makan lah, mampir ke tukang urut lah. Mencari segala kesempatan untuk dapat menjailiku. Kali ini dia bilang akan mampir ke rumah tukang urut sebentar, sesampainya di sana dia meminta di belikan oleh si mbah rokok dan makanan. Dan tepat saja perasaanku kepadanya Tirta mau menjahatiku. Dia mendekat dan mendekapku di ruang tamu. Aku mulai melawan, dan Tirta terus mendekapku. Tak segan-segan aku menendang selangkangannya. Dia menjerit kesakitan, biarlah, sungguh tidak sopan d